English | Indonesia

Libatkan Allah

“Jangan lupa libatkan selalu Allah dalam semua usaha dan kegiatanmu.”

Libatkan Allah artinya menjadikan Allah bukan penolong cadangan yang baru dipanggil ketika upaya sendiri sudah habis, melainkan partner pertama dalam setiap kegiatan. Sebelum mulai: bismillah. Setelah selesai: alhamdulillah. Ketika gagal: innalillahi dan ridha terhadap takdir-Nya. Urutannya selalu sama — Allah lebih dulu, baru usaha kita menyusul di belakang-Nya.

Ibaratnya seperti bekerja di tanah yang bukan milik kita. Kita bisa menyiapkan bibit, mencangkul, dan menyiram setiap hari, tetapi yang menumbuhkan dan menurunkan hujan bukan tangan kita. Orang yang melibatkan Allah bekerja sekuat-kuatnya sebagai bagian dari ibadah, lalu menyerahkan hasilnya kepada Yang Memiliki hasil. Karena itu ia rajin seperti orang yang sedang berharap, dan tenang seperti orang yang tidak punya apa-apa untuk kehilangan.

Pengaplikasiannya sederhana tetapi mengubah segalanya. Buka pekerjaan, belajar, bahkan perjalanan dengan doa dan niat yang benar. Jujur meskipun tidak ada yang melihat, karena Ia melihat. Saat di persimpangan keputusan, lakukan shalat istikharah dan minta petunjuk. Dan ketika hasil tidak sesuai harapan, yakinlah ada hikmah yang sedang Allah siapkan di balik ketetapan-Nya.

Usaha tanpa Allah membuat kita sombong ketika berhasil dan hancur ketika gagal. Usaha bersama Allah membuat kita syukur ketika berhasil, sabar ketika gagal, dan tetap melangkah di keduanya. Karena selama kita bersama-Nya, sebenarnya kita tidak pernah berjalan sendirian.